Access vs SQL Server
vs 
Perbandingan Access dan SQL Server
|
|
Access |
SQL Server |
|
Deskripsi |
Sebuah software pengembangan database yang mendukung pembuatan tabel,query,form,report, dan logika pemrograman. |
Mesin Database Client/Server yang mudah untuk dikembangkan lebih lanjut, dapat diandalkan dan lebih aman.
|
|
Ukuran Maximum database |
2 gigabytes (GB) |
1 terabyte atau lebih besar |
|
Pengguna Maximum pada waktu yang bersamaan |
20 editor pada waktu yang bersamaan. 100 report yang dijalankan pada waktu yang bersamaan. |
Tidak terbatas |
|
Keamanan |
File access-based security. |
Enterprise-level security. |
|
Performance |
Dibatasi oleh kemampuan file sharing. |
Dibatasi oleh kemampuan hardware dan desain. aplikasi. |
|
Kehandalan |
Cocok untuk digunakan oleh individu dan tim dalam ukuran kecil. Apabila jaringan mengalami masalah (kegagalan koneksi), maka tidak bisa dilakukan roll back transaksi pada database. |
Sangat handal. SQL Server merupakan sebuah database yang didesain untuk mengantisipasi keadaan kritis yang mungkin timbul pada system. Memiliki fasilitas backup dan administrasi. |
Web Access
Salah satu alasan utama untuk melakukan migrasi dari Access ke SQL Server adalah kebutuhan agar data bisa diakses melalui browser, baik melalui Internet ataupun melalui koneksi intranet. Seringkali web merupakan sarana yang paling mudah diakses oleh pekerja lain untuk memperoleh data yang dibutuhkan. Dengan melakukan migrasi ke SQL Server, maka para IT professional dapat mengembangkan halaman web (ASP.NET web form) dan SQL Server Report yang dapat memberikan gambaran yang lebih mendetil mengenai kondisi perusahaan/organisasi.
Skalabilitas
Skalabilitas dapat diartikan sebagai kemampuan program aplikasi untuk dapat dijalankan sebagaimana yang diharapkan pada saat kuantitas pengguna dan proses semakin meningkat. Dalam hal ini, Access bukanlah pilihan terbaik untuk diterapkan pada system yang membutuhkan perubahan atau pengembangan lebih lanjut.
Ukuran Maksimal Database
Ukuran maksimal database Access adalah 2 GB. Walaupun demikian, dalam kenyataannya tidak demikian. Hal ini disebabkan karena:
· Access menggunakan file share-based database engine.. Tidak seperti client/server solutions (misal: SQL Server), file share database tidak bisa dioptimalkan untuk dataset berukuran besar. Sebagai contoh, Access query yang didesain untuk menghasilkan 10.000 record harus menarik data sebanyak 10.000 record melalui jaringan, melakukan komputasi secara local, untuk kemudian menyediakan data yang dibutuhkan. Pada client/server model, query yang sama ditangani langsung oleh server dan hanya hasilnya yang dikirimkan kepada aplikasi di client. Semakin besar ukuran database, maka arsitektur file share tidak dapat menangani aliran data.
· Database Access tidak didesain untuk memberikan performa yang optimal dan handal untuk database berukuran besar. Pada beberapa kasus, ditemukan adanya kerusakan data yang disebabkan oleh jeleknya koneksi jaringan atau desain aplikasi yang tidak tepat.
Masalah Pada Arsitektur Aplikasi
Oleh karena menggunakan Jet atau Microsoft Data Access Components untuk manajemen database, maka secara umum Access tidak dapat dikembangkan dengan baik. Jet memiliki keterbatasan karena hanya dapat dijalankan pada single CPU (CPU tunggal), sedangkan client/server solution seperti Microsoft SQL Server mendukung multiple CPU (beberapa CPU sekaligus). Pada umumnya, Jet query berjalan pada computer client, yang menyebabkan hilangnya query terpusat dan data optimalisasi yang diperlukan untuk membangun sistem yang dapat dengan mudah dikembangkan lebih lanjut.
Kehandalan dan Ketersediaan
Kehandalan adalah salah satu tolak ukur untuk menentukan kapan harus dilakukan migrasi. Pada banyak aplikasi kritikal (aplikasi yang harus dapat diakses setiap saat), kehandalan adalah hal yang terpenting untuk diperhatikan pada saat mengambil keputusan untuk melakukan migrasi. Di dalamnya termasuk menghindari kerusakan database dan ketersediaan backup data. Microsoft Access bukan merupakan solusi yang dapat diandalkan untuk alasan di atas.
Kerusakan Database
Salah satu penyebab dibutuhkannya migrasi dari Access ke SQL Server adalah sering terjadinya kerusakan database yang disebabkan oleh terputusnya koneksi jaringan pada saat pengguna melakukan update data pada database. Kerusakan data ini tidak selalu dapat diperbaiki menggunakan alat yang disediakan oleh Access.
Backup dan Perawatan Data
Access menggunakan file-share model yang secara otomatis akan mengunci database pada saat seorang pengguna mengakses database. Sedangkan untuk melakukan backup database pada Access, seluruh pengguna harus log off terlebih dahulu dari system. Apabila terjadi kegagalan backup, maka Access tidak dapat melakukan kalkulasi database space,optimasi index dan query, sehingga dibutuhkan penggunaan alat Compact/Repair dari Access, walaupun demikian tidak semua masalah kegagalan backup tersebut dapat diatasi.
Selain itu database Access pada umumnya tersimpan di lokal komputer client, sehingga kesulitan untuk menentukan metode backup.
Keterbatasan Aplikasi Access
Sebagaimana aplikasi Access berkembang menjadi semakin besar maka diperlukan untuk menulis ulang aplikasi tersebut. Secara umum, proses pengembangan aplikasi memakan waktu bertahun-tahun, menggunakan banyak developer, update, dan lingkungan pengembangan yang berbeda. Oleh karena itu diperlukan desain ulang sistem secara keseluruhan, untuk memperbaiki masalah arsitektur sistem, dan menerapkan fitu baru yang tidak mengganggu sistem yang telah berjalan. SQL Server dapat memberikan pengembangan aplikasi yang memiliki fitur lebih baik dibandingkan dengan aplikasi yang dikembangkan menggunakan Access.
Berpindah Dari Access
Banyak pelaku IT dan pelaku bisnis yang sangat membutuhkan migrasi dari Access database yang memiliki fitur minimal dan tidak memenuhi syarat pengembangan database secara professional. Sedangkan pelaku IT (developer) tidak memiliki banyak waktu untuk melakukan perawatan database yang diletakkan pada masing-masing lokal client.
Sejalan dengan perubahan dan perkembangan bisnis, solusi database yang lebih ringkas menjadi kebutuhan utama, sedangkan Access tidak dapat memberikan hal tersebut.
Pada dasarnya, pengembangan aplikasi dengan menggunakan SQL Server tidak bisa langsung dilihat sebagai sebuah investasi yang menguntungkan. Namun di kemudian hari akan nampak bahwa penggunaan SQL Server akan mendukung pengembangan aplikasi lebih lanjut.